Bupati Rahmat Dorong Camat Lebih Inovatif dan Responsif Hadapi Persoalan Daerah
Metrotala.id, Batu Ampar – Peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Camat (Rakorcam) Kabupaten Tanah Laut yang digelar di kawasan wisata Kawaland, Kecamatan Batu Ampar, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap tugas dan tanggung jawab yang melekat pada setiap camat.
Menurut Rahmat, seorang camat tidak hanya berfungsi sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal, menjaga ketertiban masyarakat, mengawasi jalannya pemerintahan desa, hingga menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.
"Ketika memahami amanah dan tanggung jawab yang diberikan, maka akan terlihat bahwa pekerjaan pemerintahan tidak pernah selesai. Banyak hal yang harus diperhatikan demi kepentingan masyarakat," ujarnya di hadapan peserta rapat.
Rakorcam tersebut dihadiri para camat se-Kabupaten Tanah Laut, kepala desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah kepala perangkat daerah. Berbagai persoalan strategis menjadi bahan pembahasan, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat kecamatan, penyelesaian batas wilayah desa, persiapan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, persoalan pertanahan, hingga tata kelola dan pertanggungjawaban hibah.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dari Bupati adalah persoalan sampah. Ia meminta seluruh camat agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah daerah dalam mencari solusi. Sebaliknya, diperlukan kreativitas dan kolaborasi bersama pemerintah desa, RT, dan RW untuk merancang sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Rahmat menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan sampah. Jika fasilitas masih terbatas, upaya swadaya dapat dilakukan sembari menunggu dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah.
Selain persoalan lingkungan, Bupati juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang saat ini harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya ruang fiskal, ia meminta seluruh usulan pembangunan maupun perbaikan jalan benar-benar didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan mempertimbangkan skala prioritas.
Ia mengingatkan agar setiap program pembangunan tidak berangkat dari kepentingan kelompok atau individu tertentu, melainkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan demikian, penggunaan anggaran daerah dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Menjelang akhir arahannya, Rahmat mengajak seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di desa tidak akan dapat diketahui secara menyeluruh tanpa adanya laporan dan masukan dari para camat maupun kepala desa.
Karena itu, ia berharap sinergi yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas wilayah serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal. Kolaborasi yang baik, kata Rahmat, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan dekat dengan kebutuhan warga. (02/Red Tala)


