RDP DPRD Tala Hasilkan Kesepakatan, Distribusi Solar Subsidi Nelayan Kembali Kondusif
Metrotala.id, Pelaihari – Polemik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan pesisir di Kabupaten Tanah Laut akhirnya menemukan titik terang. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tanah Laut, Senin (27/7/2026), berbagai pihak menyepakati langkah bersama untuk memastikan distribusi solar subsidi berjalan tertib dan tepat sasaran.
RDP tersebut menghadirkan Ketua DPRD Tanah Laut beserta anggota dewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Polres Tanah Laut, Kejaksaan Negeri, Kodim 1009/Tanah Laut, BIN, Pertamina, pengelola SPBUN, perwakilan nelayan, mahasiswa, hingga instansi terkait lainnya. Pertemuan itu digelar sebagai upaya meredam gejolak yang sempat muncul sekaligus menyelesaikan persoalan distribusi solar subsidi yang selama ini dikeluhkan nelayan, khususnya di Desa Tabanio dan Desa Kuala Tambangan.
Ketua DPRD Tanah Laut H. Khairil Anwar mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan, penyaluran solar subsidi untuk nelayan di Desa Tabanio tetap dilakukan melalui pengelola yang selama ini berjalan. Namun, distribusi harus mengacu pada data rekomendasi resmi agar penyalurannya sesuai dengan ketentuan.
Selain itu, pihaknya juga telah menyepakati mekanisme pembagian kelompok penerima di Kuala Tambangan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Artinya ada beberapa blok. Ada nelayan yang tetap menggunakan PT Ibnu Nur. Sisanya mengambil di tempat lain. Intinya suasananya sekarang sudah kondusif," ujar Khairil Anwar.
Ia berharap kesepakatan yang lahir dalam RDP tersebut mampu mengakhiri berbagai persoalan yang sempat memicu aksi protes di kalangan nelayan.
"Mudah-mudahan dengan hasil RDP hari ini, nelayan kita di Tanah Laut, khususnya Kuala Tambangan dan Desa Tabanio, bisa tetap aman dan suasananya tidak lagi bergejolak," katanya.
Khairil juga mengajak seluruh pihak untuk membuka ruang komunikasi yang lebih baik agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
"Mudah-mudahan semua pihak bisa terbuka dengan niat yang sama, sehingga tidak ada lagi persoalan terkait penyaluran BBM bersubsidi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri menjelaskan bahwa RDP turut menjadi wadah penyampaian hasil kerja tim terpadu yang sebelumnya melakukan verifikasi dan klarifikasi terkait penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan.
"RDP hari ini menyampaikan hasil pertanggungjawaban tim terpadu penyaluran BBM bersubsidi khusus nelayan. Sebelum melaksanakan klarifikasi di lapangan, kami juga telah melakukan RDP," jelasnya.
Menurut Kusri, besaran kuota solar subsidi yang diterima nelayan berbeda-beda, menyesuaikan ukuran dan kapasitas kapal yang digunakan untuk melaut.
"Untuk nelayan berbeda-beda, terutama di Kuala Tambangan ada yang menerima 100 liter, 265 liter, hingga 350 liter. Semua disesuaikan dengan kapasitas kapalnya," terangnya.
Ia juga memaparkan data penerima di wilayah Desa Tabanio yang terdiri dari kapal besar dan kapal kecil dengan alokasi berbeda.
"Di Tabanio ada yang menerima 615 liter dan ada juga yang 100 liter. Tercatat 178 kapal merupakan kapal besar, sedangkan sembilan kapal lainnya merupakan kapal kecil yang menerima 100 liter per bulan," ungkap Kusri.
Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, tim pengawas terus melakukan pemantauan langsung setiap kali armada pengangkut BBM tiba di lokasi penyaluran.
"Setelah proses klarifikasi, tim penyaluran terus melakukan pemantauan. Setiap mobil tangki yang datang kami awasi bersama agar solar tersebut benar-benar diterima langsung oleh nelayan sesuai rekomendasi," jelasnya.
Hingga pelaksanaan RDP berlangsung, penyaluran solar subsidi kepada nelayan terus berjalan. DKPP mencatat sudah ada 10 armada tangki yang didistribusikan kepada ratusan kapal penerima.
"Sampai saat ini sudah 10 tangki yang kami distribusikan. Setiap tangki melayani sekitar 13 kapal, sehingga total sekitar 130 kapal sudah menerima BBM subsidi," paparnya.
DKPP memastikan proses distribusi akan terus dikawal hingga target penyaluran terpenuhi. Dalam waktu dekat, tambahan pasokan kembali dijadwalkan datang agar kebutuhan nelayan tetap terlayani.
"Besok juga akan datang lagi. Sampai tanggal 8 nanti target distribusi kepada nelayan mencapai 108.000 liter," tutup Kusri. (02/Red Tala)

